Pada tahun 1975 Universitas Muhammadiyah Jakarta berada di Jalan Limau, dimana saat itu Universitas Muhammadiyah Jakarta sedang berkembang dan pada saat itulah awal berdirinya MAPENA UMJ.Sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta yang sedang melakukan kegiatan pendakian di Gunung Pangrango. Kegiatan alam bebas seperti naik gunung (hiking), camping, dan lainnya sangat jarang dilakukan oleh mahasiswa pada saat itu, sehingga membuat sekelompok mahasiswa dari UniversitasMuhammadiyah jakarta melakukan kegiatan tersebut. Duabelas (12) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah jakarta yang melakukan kegiatan naik gunung dengan tujuan Gunung Pangrango, Jawa Barat pada hari Sabtu pukul 24.00 WIB. Dalam pendakian tersebut banyak hal yang terjadi namun semua itu dapat dilalui dalam suka dan duka. Pada saat mereka berada di puncak Gunung Pangrango pada hari Minggu tanggal 13 Mei 1975 mereka mendeklarasikan suatu lembaga yang dapat menampung aktifitas kegiatan pencinta alam di universitas Muhammadiyah Jakarta yang kemudian diberi nama MAPENA UMJ (mahasiswa Pencinta Alam Universitas Muhammadiyah Jakarta). Dengan gembiranya mereka berada dalam suatu kegiatan yang mereka berada dalam suatu kegiatan yang mereka

cintai dengan Motto: “Bersatu Dalam Suka dan Duka”.   Adapun kedua belas mahasiswa yang mencetus lembaga MAPENA

UMJadalah:

  1. Syafii Kasim (M.750501 – PP)
  2. Toenggoel Sudarmadji (M.750502 – PP)
  3. Ir. Syawalludin MM.MT (M.750503 – PP)
  4. Moch. Tamsiel (M.750504 – PP)
  5. A. Burhanudin B.E (M.750505 – PP)
  6. Poetandi (M.750506 – PP)
  7. A. Ranie (M.750507 – PP)  
  8. Maryanto (M.750508 – PP)
  9. Nusyirwan (M.750509 – PP)
  10. Iking Solihin (M.750510 – PP)
  11. Djudjun Warganda, BE (M.750511 – PP)
  12. Bambang Budianto, BE (M.750512 – PP)

Sesuai berjalannya waktu, kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta berpindah tempat ke jalan-jalan Cempaka Putih Tengah No. 27, dengan berkembangnya zaman pendidikan dan IPTEK maka didirikan pula Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta di Cireundeu, Tangerang. Dalam menjalankan roda organisasinya MAPENA UMJ berpatokan dan bergerak

sesuai dengan AD ART (Anggaran Dasar anggaran Rumah Tangga), sedangkan sumber dana yang digunakan oleh lembaga untuk menjalankan organisasinya berasal dari dana kemahasiswaan, iuran anggota, donatur, dan sumber-sumber usaha lainnya yang tidak mengikat dan halal.